Kisah Anak Anjing yang Cacat

Sebuah toko hewan peliharaan (pet shop) memasang papan iklan yang menarik bagi anak-anak: "Dijual anak anjing." Segera saja seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko dan bertanya, "Berapa harga anak anjing yang Anda jual itu?"

Pemilik toko menjawab, "Harganya berkisar antara 1 - 2 juta rupiah."

Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang, "Wah. Aku hanya mempunyai 500 Ribu. Hmmm, bisakah aku melihat-lihat anak anjing yang dijual?"

Kisah Nyata : "Dari Hanya Segelas Susu"

Pada saat itu awal Perang Dunia I, Ada seseorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda. hny beda beberapa tahun di atasnya Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.

Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.

“Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.

Bunga Mawar untuk Ibu

MAWAR UNTUK IBU

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan di paketkan pada sang ibu yang tinggal Jauh darinya, Begitu Keluar dari mobilnya ,ia melihat seorang gadis kecil .

Gadis Kecil :  "Saya ingin membeli Setangkai bunga Merah untuk ibu saya. Tapi Saya hanya punya uang Rp.5000 ,Sedangkan bunga itu harganya Rp.20.000"
     
Pria        :  "Ayo Ikut .saya akan membelikanmu bunga yang kau mau"

Kisah Anak Pengemis yang Buta.

Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.” Ada Seorang pria dewasa yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu.

Pages